{"id":57,"date":"2015-01-23T08:50:42","date_gmt":"2015-01-23T08:50:42","guid":{"rendered":"http:\/\/demo.themegrill.com\/masonic\/?p=57"},"modified":"2025-04-05T17:29:56","modified_gmt":"2025-04-05T17:29:56","slug":"sticky-post","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bahasa.mupatjunior.id\/index.php\/2015\/01\/23\/sticky-post\/","title":{"rendered":"Bahasa : Unsur Budaya yang Paling Utama"},"content":{"rendered":"<p><span data-contrast=\"none\">\u201cBahasa merupakan unsur universal kebudayaan yang paling utama. Matinya bahasa menyebabkan matinya suatu kebudayaan dan jati diri sebuah bangsa. Mengacu pada pandangan Anna Lunsa Dalgneault yang mengatakan bahwa ketika kamu kehilangan bahasamu, kamu bukan hanya kehilangan kata-kata, kalimat dan istilah sejenisnya. Sesungguhnya kamu sedang kehilangan pandangan dunia atau ideologi,\u201d ungkap Drs. H. Hajriyanto Y Thohari, M.A., selaku Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) di Republik Lebanon dalam kuliah umum daring Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Universitas Ahmad Dahlan (UAD).<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335557856&quot;:16777215,&quot;335559738&quot;:179,&quot;335559739&quot;:179,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Hajriyanto dalam kuliah umum bertema \u201cDinamika Bahasa, Sastra, dan Geo-budaya Arab Kontemporer di Lebanon\u201d mengungkapkan bahwa kekuatan dan kebesaran bahasa Arab yaitu digunakan hampir 400 juta orang, bahasa yang masih hidup dan bertahan, serta menjadi salah satu bahasa resmi yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sedangkan penyebab mulai surutnya bahasa Arab karena menghadapi globalisasi bahasa Inggris dan kecenderungan para penulis dan intelektual Arab yang mulai meninggalkan bahasanya, (28-9-2020).<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335557856&quot;:16777215,&quot;335559738&quot;:179,&quot;335559739&quot;:179,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">\u201cKekhasan Lebanon ialah pada dialek yang berbeda dengan Arab lainnya. Bahasa Arab merupakan unsur pemersatu dan pluralisme. Banyak yang beranggapan dengan menyejajarkan antara kearaban dan keislaman, padahal tidak semua orang Arab beragama Islam. Kini, bahasa Arab dan bangsa Arab mulai memasuki era baru di bidang sosial dan politik yang oleh banyak pengamat disebut sebagai transisi kebudayaan Arab dalam berbagai bidang, termasuk dalamnya kebudayaan politik Arab,\u201d jelasnya di YouTube HMPS BSA UAD. (JM)<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/news.uad.ac.id\/bahasa-unsur-kebudayaan-yang-paling-utama\/\"><span data-contrast=\"none\">https:\/\/news.uad.ac.id\/bahasa-unsur-kebudayaan-yang-paling-utama\/<\/span><\/a><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cBahasa merupakan unsur universal kebudayaan yang paling utama. Matinya bahasa menyebabkan matinya suatu kebudayaan dan jati diri sebuah bangsa. Mengacu pada pandangan Anna Lunsa Dalgneault &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":182,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-57","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bahasa.mupatjunior.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bahasa.mupatjunior.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bahasa.mupatjunior.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahasa.mupatjunior.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahasa.mupatjunior.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bahasa.mupatjunior.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":271,"href":"https:\/\/bahasa.mupatjunior.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57\/revisions\/271"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahasa.mupatjunior.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/182"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bahasa.mupatjunior.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahasa.mupatjunior.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahasa.mupatjunior.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}